Senin, 12 November 2012

Ice Circle

 Apabila kamu melihat sebuah lingkaran aneh di permukaan sungai, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa UFO baru saja mendarat di sungai tersebut. Mungkin apa yang kamu lihat adalah Ice Circle yang baru saja terbentuk.

Ice Circle atau lingkaran es adalah sebuah fenomena yang muncul pada air yang memiliki arus lambat di iklim dingin. Bentuknya menyerupai piringan raksasa yang terdiri dari es dan berotasi secara lambat di permukaan air.

Misteri ini sesungguhnya sudah pernah disinggung pada abad ke-19. Sebuah gambar ilustrasi dari Ice Circle pernah dipublikasikan di majalah Scientific American pada tahun 1895. London News juga pernah melaporkan fenomena ini yang terjadi di Toronto tahun 1930.

Umumnya fenomena ini muncul di Skandinavia dan Amerika Utara, namun pernah satu kali terlihat di Inggris pada Januari 2009.

Ice Circle umumnya muncul pada kelokan sungai dimana arus air yang berakselerasi menciptakan sebuah kekuatan yang disebut "rotational shear", yang kemudian mematahkan bongkahan es dan memutarnya.

Sejalan dengan perputaran piringan itu, ia menggiling es di sekelilingnya sehingga menjadi halus dan membentuk lingkaran sempurna. Fenomena ini walaupun sudah teridentifikasi penyebabnya, namun tetap merupakan kejadian yang langka.

The Great Blue Hole

Fenomena alam telah mengubah sebuah gua purba menjadi tempat penyelaman maha dahsyat. Jika dilihat dari angkasa, The Great Blue Hole yang terletak di lepas pantai Belize, Amerika Tengah ini tampak seperti bola mata."Ini adalah jurang terdalam dan terbiru yang pernah ada. Sebuah formasi batuan padat membentuk sebuah gua ribuan tahun silam. Selama itu, air perlahan mengisi guanya. Hingga stalaktit dan stalagmit raksasa terbenam dalam sebuah lubang ratusan meter dalamnya."

Kira-kira begitu kata peneliti NASA, Glyn Collinson pada belize.com, situs resmi negara Belize. Collinson menyelami The Great Blue Hole untuk merasakan sendiri kemegahan gua raksasa bawah airnya. Lagipula, siapa pula yang tak terpikat melihat kecantikan lubang ini dari angkasa?

The Great Blue Hole berada di lepas pantai Belize, Amerika Tengah. Letaknya di tengah-tengah Lighthouse Reef, kumpulan karang atol yang membentang 96 kilometer panjangnya. Dengan bentuk bulat sempurna, The Great Blue Hole berdiameter sekitar 400 meter, dengan kedalaman sekitar 145 meter.

Pada 1997, UNESCO melabeli tempat ini sebagai Situs Warisan Dunia.

Berjuta-juta tahun silam, The Great Blue Hole merupakan sebuah gua purba dengan stalaktit dan stalagmit raksasa. Ketika zaman es berakhir, permukaan laut naik hingga menutupi permukaan guanya. Sekarang, The Great Blue Hole menjadi salah satu titik penyelaman paling diminati oleh para penyelam profesional.

Mari mulai dari permukaan. Jika menyelam hingga kedalaman 20 meter, Anda bisa menemukan beberapa jenis udang, anemon, ikan gobi neon, Angelfish, juga Butterflyfish. Di kedalaman 44 meter, formasi stalaktit pertama akan menyambut Anda.

Menyelam di sini akan membuat Anda serasa ada di dunia lain. Airnya hampir tak bergerak, tanpa ombak atau arus sama sekali. Suhu di kedalaman ini sekitar 24 derajat celcius. Dalam perairan berwarna biru gelap, Anda bisa menyelam di antara stalaktit dan stalagmit raksasa. Masing-masing memiliki tinggi mulai dari 9-12 meter dengan diameter 1,5-3 meter.

Dengan jarak pandang hanya 60 meter, Anda beruntung (atau justru tidak) bila melihat satu atau beberapa jenis hiu yang melintas. Ada Nurse Shark, Carribean Reef Shark, Blacktip Shark, Bull Shark, juga Hammerhead Shark yang menjadi penghuni lubang biru ini.

Benar sekali, mungkin The Great Blue Hole tak akan memanjakan mata Anda dengan ikan warna-warni yang berenang di antara koral. Tapi Anda bisa menjadi saksi hiu-hiu yang melintas di antara stalaktit dan stalagmit raksasa.

Menyelam ke sebelah barat The Great Blue Hole, Anda akan menemukan sebuah pintu masuk menuju gua raksasa. Di sini, menyalakan senter bawah air adalah sebuah kewajiban. Dalam kegelapan total, Anda akan memasuki sebuah dunia yang tak terjamah.

Catalumbo Lightning

Catatumbo Lightning adalah sebuah fenomena aneh yang terjadi pada atmosfer bumi. Catatumbo Lightning adalah fenomena petir yang terus menyambar dengan intensitas yang tinggi. Bahkan bisa mencapai 400.000 lebih sambaran dalam setahun. Fenomena ini terdapat di negara Venezuela.
Setelah berabad - abad Catatumbo Lightning terus menerus muncul, pada Januari 2010 Catatumbo Lightning sempat tidak muncul. Banyak yang menyangka jika Catatumbo Lightning sudah tidak akan muncul - muncul kembali. Dan hingga pada April 2010, Catatumbo Lightning muncul kembali. Belakangan diketahui bahwa kekeringan lah yang menyebabkan Catatumbo Lightning sempat tidak muncul - muncul.

Catatumbo Lightning terletak di muara sungai Catatumbo, lebih tepatnya di Danau Maracaibo, Venezuela. Petir yang menyambar pun intensitasnya cukup membuat saya sempat menggelengkan kepala. Bayangkan saja, petir tersebut rata - rata menyambar selama 10 jam dalam sehari, dan dalam satu jam, petir tersebut dapat menyambar rata - rata sampai 280 kali sambaran dalam satu jam. Bisa anda bayangkan berapa kali petir Catatumbo menyambar dalam sehari. 

Dan yang lebih menakjubkannya lagi, dalam satu tahun, petir bisa menyambar sampai 140 sampai 160 hari dari 365 hari dalam setahun. Dan petir tersebut rata - rata menyambar dengan ketinggian 5 km.

Light Pillar

Light Pillar adalah fenomena visual yang tercipta karena pantulan cahaya dari kristal es dekat permukaan planar sejajar horisontal. Sebuah pilar cahaya adalah suatu fenomena visual yang diciptakan oleh refleksi dari cahaya dari es kristal dengan dekat horisontal paralel Cahaya dapat berasal dari matahari, biasanya pada saat matahari mau terbenam, dalam hal ini fenomena ini disebut pilar matahari atau pilar surya matahari. Dapat juga datang dari bulan atau dari sumber-sumber terestrial seperti lampu jalan.

Light Pillars penuh warna sering muncul di musim dingin saat salju atau es kristal memantulkan cahaya dari sumber yang kuat seperti matahari atau bulan. Dibantu oleh suhu yg dingin, pilar cahaya muncul ketika cahaya memantul dari permukaan datar mengambang kristal es yang relatif dekat dengan tanah.

 Pilar tampak seperti bulu cahaya yang memanjang secara vertikal di atas atau di bawah sumber cahaya, atau keduanya. pilar cahaya juga di bentuk dari sumber cahaya buatan seperti lampu jalanan, lampu mobil atau sumber cahaya yang kuat dari arena ice skating dari Fairbanks, Alaska.

Meskipun mereka merupakan fenomena lokal, pilar cahaya dapat melihat jauh seperti sebuah aurora. Semakin dekat seseorang melihat sumber pilar cahaya, semakin besar tampaknya.

Penitentes


Fenomena alam ini hanya terjadi di tempat antara Chili dan Argentina, yaitu salju di permukaan yg tinggi dan runcing karena tiupan angin yang kuat di pegunungan andes.Hamparan salju yang berasal dari gletser, setiap musim dingin bergerak turun perlahan hingga menutupi sebagian jalan Internasional antara Argentina dan Chile.
Gumpalan es ini biasanya terputus dari gletser antara 1,5 sampai 3 meter dengan tebal 5 hingga 10 kaki. Lebih dari 4000 meter di bawah titik beku, pada siang hari suhu matahari mulai menghaluskan es (tapi tidak meleleh).

Penitentes, atau penitentes Nieves ("salju tipis berbentuk", dalam bahasa Spanyol), adalah pembentukan salju yang ditemukan di ketinggian. Mereka mengambil bentuk bilah tipis yang tinggi dari salju mengeras atau es yang berjarak dekat dengan berorientasi pada arah umum dari matahari.

Pinakel salju ini atau es ini tumbuh diatas semua area yang tercakup gletser dan salju di Andes Kering di atas 4.000 m (Lliboutry 1954a, Lliboutry 1954b, Lliboutry 1965). Mereka terdiri dari berbagai ukuran mulai dari beberapa cm hingga lebih dari lima meter. (Lliboutry 1965, Naruse dan Leiva 1997).

Louis Lliboutry (Spanyol: Luis Lliboutry) adalah seorang glaciologist Perancis-Chili, ahli geografi dan pendaki gunung Andes. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah perjanjian luas Nieves y Glaciares de Chile: Fundamentos de glaciología diterbitkan pada tahun 1956. Karya Lliboutry terkonsentrasi ke glasiologi dari Andes Kering dan Basah, khususnya di sekitar Santiago. Salah satu kontribusinya paling menonjol adalah tentang pembentukan penitentes.

Lliboutry mencatat bahwa kondisi iklim kunci untuk ablasi diferensial yang mengarah pada pembentukan penitentes adalah titik embun yang selalu di bawah titik beku. Dengan demikian, salju akan menghaluskan, karena sublimasi memerlukan masukan energi yang lebih tinggi daripada proses mencair.

Minggu, 11 November 2012

Sun Dogs

Fenomena Sun Dog (Sundog) yang kadang juga disebut dengan Parhelion adalah sebuah fenomena ketika kita bisa melihat adanya kumpulan cahaya tambahan di kedua sisi matahari. Kadang, kumpulan cahaya ini bisa terlihat seperti bola yang membuat kita berpikir kalau cahaya ini adalah matahari tambahan.

Jika kalian melihat foto di samping, tentu kalian mengerti mengapa fenomena ini disebut Sun Dog. "Matahari tambahan" itu terlihat seperti seekor anjing yang duduk manis di sebelah tuannya, sang matahari.

Fenomena ini hanya terjadi pada kondisi atmosferik yang sangat langka. Jadi, jika kalian bisa melihatnya, anggaplah diri kalian sebagai orang yang sangat beruntung.

Sun Dog terjadi ketika cahaya matahari bersinar menembus kumpulan lempeng es kristal hexagonal yang tersusun secara horizontal di langit yang mengakibatkan cahaya itu dibelokkan dengan sudut minimum 22 derajat.

Red Tides

Red Tides merupakan sebuah fenomena alam air laut yang berubah warna menjadi merah yang disebabkan oleh fitoplankton. Red Tides dapat menyebabkan kematian massal biota laut, perubahan struktur komunitas ekosistem perairan, keracunan dan juga bisa menyebabkan kematian pada manusia. Ini terjadi dikarenakan fitoplankton tersebut mengeluarkan racun.

Faktor yang mempengaruhi fenomena Red Tides yaitu termasuk suhu permukaan laut yang hangat, salinitas rendah, kandungan gizi yang tinggi, dan laut yang tenang. Selain itu, fitoplankton tersebut dapat menyebar dengan jauh oleh angin, arus, dan badai.

Selain berdampak secara ekologi, fenomena red tide mengganggu kesehatan manusia seperti sindrom keracunan akibat memakan ikan mati karena red tide atau makan kerang yang diambil dari perairan yang mengalami red tide. Selain itu, bisa terjadi iritasi kulit dan mata karena berenang atau mandi di perairan yang sedang mengalami red tide. Sudiarta mengingatkan, keracunan akibat memakan kerang-kerangan paling berbahaya karena hewan tersebut mampu mengakumulasi racun, sementara kerangnya sendiri tidak terpengaruh.

Secara ekonomi, jelas menimbulkan kerugian. Banyaknya ikan dan biota laut lain yang mati menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun. Konsumen atau pembeli ikan mentah maupun sea food juga bisa berkurang karena kuatir terkontaminasi racun. Dunia pariwisata pun terimbas karena limbah ikan yang tersebar di pantai disertai bau busuk menyengat. Wisatawan harus diperingatkan supaya tidak melakukan aktivitas di lokasi red tide agar terhindar dari keracunan.